Yang biasa saya lakukan selepas install ubuntu

Setiap orang memiliki ciri khas dalam melakukan sebuah pekerjaan, untuk memasang Ubuntu, kebiasaan saya sehabis pemasangan selesai dilanjut dengan perintah update dan upgrade, fungsinya agar perangkat lunak(software) yang terpasang muthakir.

Ubuntu LTS(Long Time Support) versi 18.04 memang menarik untuk digunakan, sayangnya DE(Desktop Environment) yang dibawa cukup berat. Saya pernah mencoba di komputer dengan RAM 2GB dan hasilnya untuk menyala saja memakan kira-kira 1 GB, padahal itu belum digunakan untuk menjalankan aplikasi apapun. Jika dipaksakan, menjalankan browser saja terdapat jeda.

Untuk mengatasi masalah ini, saya akali dengan mengganti DE bawaan dengan LXDE(terima kasih untuk twit pak Onno W. Purbo yang sempat lewat di lini masa membahas tentang ini). Perubahannya cukup signifikan, dalam keadaan siaga, LXDE hanya mengonsumsi RAM di bawah 300 MB. Perintah pemasangan:

sudo apt install lxde

Untuk memulai sistem dengan LXDE, diharuskan melakukan reboot dan memilih sistem menjalankan dengan LXDE pada pilihan login.

gambar pilihan desktop environment, sumber pribadi


Dalam percobaan yang saya lakukan, LXDE mengalami kendala pada bagian touchpad(bagi pengguna laptop, ini dapat merupakan semacam masalah), mengatasinya cukup mudah, lakukan perintah:

sudo apt install xserver-xorg-input-synaptics
Jangan lupa untuk memulai ulang(reboot)

Opsional

Karena saya sebelumnya melakukan pemasangan Ubuntu dengan pilihan "minimalis" akibatnya kehilangan beberapa paket seperti Office, Pengenal Bluetooth hingga paket net-tools(ifconfig). Jika ingin memasang, berikut caranya.

Pemasangan LibreOffice:

sudo apt-get install libreoffice

Jika anda memiliki bluetooth stick yang ingin disambungkan, lakukan perintah:

sudo apt-get install blueman

Tidak dapat melakukan perintah ifconfig? Install dahulu dengan cara:

sudo apt install net-tools

Tambahan


Acap kali menemui proses shutdown yang tidak sempurna sehingga saat dinyalakan muncul (initframs). Masalahnya sistem ubuntu untuk beberapa versi tidak dapat menjalankan fsck secara otomatis, untuk mengatasinya cukup ketik: exit (ini diperlukan agar lokasi root terlihat)

Nantinya dari lokasi yang muncul dari perintah exit(bisa saja /dev/sda atau /dev/sdb, bisa juga /dev/sdc) kita tambahkan fsck di depannya sehingga menjadi:

fsck /dev/sda

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Yang biasa saya lakukan selepas install ubuntu"

Posting Komentar